JAKARTA, Beritametropolitan.id — Kemacetan parah yang melumpuhkan Jalan Daan Mogot Raya, Jakarta Barat, memicu kekhawatiran di kalangan pekerja. Akses jalan utama yang nyaris tidak bergerak selama berjam-jam membuat banyak karyawan terlambat tiba di tempat kerja. Kondisi ini menimbulkan kecemasan akan adanya potensi pemotongan gaji maupun sanksi dari pihak perusahaan.
Pantauan di lapangan menunjukkan kemacetan terjadi sejak pagi hari, dengan antrean kendaraan mengular dari sejumlah titik rawan di sepanjang Daan Mogot Raya. Padatnya lalu lintas diperparah oleh volume kendaraan yang tinggi serta penyempitan jalan di beberapa ruas. Situasi semakin memburuk akibat faktor cuaca.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Jakarta dan sekitarnya mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada pagi hari, yang berpotensi menyebabkan perlambatan arus lalu lintas dan meningkatnya kepadatan kendaraan di sejumlah ruas jalan utama.
Salah satu pekerja, Yanto (37), warga Kota Tangerang yang bekerja di Jakarta Barat, mengaku telah berangkat lebih awal dari rumah namun tetap terjebak kemacetan panjang. Menurutnya, kondisi jalan saat itu benar-benar tidak bergerak.
“Saya berangkat lebih pagi dari biasanya, tapi tetap terjebak macet berjam-jam. Ditambah hujan deras, kendaraan nyaris tidak jalan. Ini jelas di luar kemampuan kami sebagai pekerja,” ujar Yanto.
Ia berharap pihak perusahaan dapat memahami situasi tersebut dan tidak memberlakukan pemotongan gaji atau sanksi akibat keterlambatan yang disebabkan oleh faktor cuaca dan kemacetan parah. Menurutnya, pekerja tidak seharusnya menanggung dampak dari persoalan lalu lintas dan kondisi alam yang tidak bisa dikendalikan.
“Kalau sampai gaji dipotong, itu sangat memberatkan. Kami sudah berusaha disiplin, tapi kondisi di jalan dan cuaca benar-benar tidak bisa diprediksi,” tambahnya.
Senada dengan itu, sejumlah pekerja lain juga menyuarakan harapan agar perusahaan menerapkan kebijakan yang lebih humanis, khususnya saat terjadi kondisi darurat seperti cuaca ekstrem yang berdampak langsung pada mobilitas pekerja.
Kemacetan berkepanjangan di Daan Mogot Raya turut berdampak pada aktivitas ekonomi dan pelayanan publik. Distribusi barang terhambat, waktu tempuh membengkak, serta produktivitas kerja menurun drastis.
Masyarakat pun mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera mengambil langkah antisipatif, termasuk peningkatan manajemen lalu lintas saat cuaca buruk serta koordinasi lintas sektor. Tanpa solusi konkret, kemacetan parah di Daan Mogot Raya dikhawatirkan akan terus berulang dan kembali merugikan para pekerja.
{Redaksi}













