Pramono Anung Bantah Jakarta Berstatus Siaga 1, Tegaskan Situasi Ibu Kota Tetap Kondusif

Berita Jakarta14 Dilihat
banner 468x60

Jakarta, Beritametropolitan.id – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membantah kabar yang menyebut Ibu Kota berada dalam status Siaga 1 menyusul adanya pengerahan ribuan personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke wilayah Jakarta.

 

banner 336x280

Pramono menegaskan, hingga Kamis (5/11/2026), dirinya belum menerima informasi resmi mengenai penetapan status Siaga 1 di Jakarta.

 

Pernyataan tersebut disampaikan Pramono setelah mengikuti rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) DKI Jakarta, yang melibatkan unsur TNI dan Polri di Balai Kota Jakarta.

 

Menurut Pramono, pertemuan tersebut justru membahas langkah-langkah antisipasi menghadapi potensi banjir di wilayah Ibu Kota. Tidak ada pembahasan mengenai penetapan status Siaga 1 sebagaimana isu yang berkembang di tengah masyarakat.

 

“Sampai hari ini tidak ada, kita juga rapat baik-baik saja. Jadi saya tidak mendengar itu,” ujar Pramono seusai rapat, Kamis (5/11/2026).

 

Ia juga menegaskan bahwa sebagai kepala daerah, dirinya seharusnya mendapatkan koordinasi apabila memang terdapat kebijakan resmi terkait penetapan status Siaga 1 di Jakarta.

 

“Kalau ada Siaga 1 pasti saya dikoordinasikan,” tegasnya.

 

Dukung Penguatan Pengamanan Jakarta

 

Meski membantah adanya status Siaga 1, Pramono sebelumnya menyatakan dukungan terhadap langkah aparat keamanan yang melakukan penguatan pengamanan di Jakarta.

 

Menurutnya, Jakarta memiliki posisi strategis sebagai pusat pemerintahan, kota global, sekaligus pusat aktivitas perekonomian nasional.

 

Karena itu, upaya menjaga keamanan dan stabilitas Ibu Kota dinilai penting agar aktivitas masyarakat dan roda perekonomian tetap berjalan normal.

 

Pramono menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendukung langkah pengamanan yang dilakukan aparat, tetapi tidak ingin mencampuri kewenangan pemerintah pusat dalam urusan pertahanan dan keamanan.

 

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada aparat yang menjalankan tugas menjaga keamanan wilayah Jakarta.

 

“Isu Pengerahan Pasukan Jadi Perhatian Publik”

Sebelumnya, kabar mengenai pengerahan pasukan TNI dalam jumlah besar ke Jakarta menjadi perhatian masyarakat.

 

Situasi tersebut memunculkan berbagai pertanyaan mengenai tujuan penguatan pengamanan dan kondisi keamanan Ibu Kota.

 

Namun, Pramono meminta agar persoalan tersebut tidak ditarik ke berbagai spekulasi yang belum memiliki kepastian.

 

Pernyataan Gubernur DKI Jakarta itu sekaligus menjadi klarifikasi pemerintah daerah terhadap isu status Siaga 1 yang beredar.

 

“Masyarakat Diminta Tetap Tenang”

Dengan adanya klarifikasi tersebut, masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

 

Kepastian mengenai kebijakan pengamanan maupun status keamanan suatu wilayah harus merujuk pada keterangan resmi pemerintah dan institusi yang memiliki kewenangan.

 

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sendiri menegaskan bahwa agenda koordinasi bersama Forkopimda juga mencakup kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir.

 

Hingga keterangan Pramono disampaikan pada Kamis (5/11/2026), ia menyatakan belum menerima pemberitahuan mengenai penetapan Jakarta sebagai wilayah berstatus Siaga 1.

{Nurman-BM}

Beritametropolitan.id – Mengabarkan Fakta, Mengawal Kebenaran.

Sumber: kompas

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *