Polri dan Imigrasi Perkuat Pengawasan Buronan Internasional, Sistem I-GHAS 24/7 Mulai Diterapkan

Polri bersama Direktorat Jenderal Imigrasi memperkuat pengawasan terhadap buronan internasional dan pelaku kejahatan lintas negara melalui pemanfaatan teknologi Interpol Global Hit Alert System (I-GHAS

Berita Jakarta21 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA, Beritametropolitan.id – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama Direktorat Jenderal Imigrasi memperkuat pengawasan terhadap buronan internasional dan pelaku kejahatan lintas negara melalui pemanfaatan teknologi Interpol Global Hit Alert System (I-GHAS 24/7).

 

banner 336x280

Sistem tersebut dirancang untuk mempercepat proses identifikasi dan verifikasi individu yang terindikasi masuk dalam daftar buronan internasional ketika melintasi pintu perbatasan Indonesia.

 

Peluncuran sistem I-GHAS 24/7 berlangsung di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Mabes Polri, Jakarta, Kamis (5/11/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dan Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko.

 

Melalui sistem ini, petugas Imigrasi di berbagai pintu perlintasan negara dapat terhubung dengan Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri untuk melakukan pemeriksaan terhadap individu yang terindikasi memiliki keterkaitan dengan jaringan kejahatan internasional.

 

Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, integrasi sistem informasi menjadi langkah penting dalam memperkuat pengawasan di wilayah perbatasan.

 

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menyampaikan bahwa perkembangan kejahatan transnasional membutuhkan penanganan yang semakin terintegrasi antarlembaga.

 

Sejumlah kejahatan lintas negara yang menjadi perhatian antara lain tindak pidana perdagangan orang (TPPO), penyelundupan narkotika, serta berbagai bentuk kejahatan internasional lainnya.

 

“Ini adalah terobosan yang dilakukan secara kolaboratif antara Polri dan Imigrasi Indonesia. Tentunya ini untuk memperkuat pengawasan buronan internasional dan juga pelaku lintas negara di pintu perlintasan Indonesia,” ujar Suyudi.

 

Pengawasan Perbatasan Jadi Perhatian

 

Pemanfaatan I-GHAS 24/7 diharapkan dapat mempercepat pertukaran informasi antara petugas Imigrasi dan kepolisian, khususnya dalam mengantisipasi masuk maupun keluarnya individu yang masuk dalam daftar pencarian internasional.

 

Sistem ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi Indonesia dengan jaringan Interpol yang memiliki 196 negara anggota.

 

Ke depan, platform I-GHAS 24/7 direncanakan terus dikembangkan dengan mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), serta pemanfaatan data biometrik pada 2027.

 

Pengembangan tersebut diharapkan mampu meningkatkan ketepatan proses identifikasi dan efektivitas pengawasan di pintu-pintu perlintasan negara.

 

Tantangan Implementasi dan Pengawasan

 

Meski demikian, efektivitas sistem tersebut nantinya akan sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur teknologi, keakuratan data, kompetensi petugas, serta koordinasi antarlembaga.

 

Pengawasan juga perlu memastikan bahwa setiap tindakan pemeriksaan dan penindakan tetap berjalan sesuai ketentuan hukum serta menghormati hak-hak individu.

 

Publik tentu berharap kerja sama Polri dan Imigrasi tidak hanya menjadi penguatan sistem teknologi, tetapi juga menghasilkan langkah nyata dalam mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan lintas negara.

 

Dengan pengawasan yang terintegrasi, Indonesia diharapkan semakin mampu menghadapi ancaman kejahatan internasional sekaligus memperkuat keamanan di seluruh wilayah perbatasan.

{Nurman-BM}

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *