Gunung Marapi Kembali Erupsi, Hujan Abu Vulkanik Ganggu Aktivitas Warga di Agam

Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali mengalami Semburan abu vulkanik pada Sabtu (7/11/2026) pagi. Semburan abu vulkanik

banner 468x60

SUMATERA BARAT, Beritametropolitan.id – Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali mengalami erupsi pada Sabtu (7/11/2026) pagi. Semburan abu vulkanik dilaporkan menyebar hingga Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam, dan mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar kawasan gunung tersebut.

 

banner 336x280

Berdasarkan laporan ANTARA, erupsi terjadi sekitar pukul 09.55 WIB. Hujan abu vulkanik dirasakan warga di Nagari Sariak, Kecamatan Sungai Pua.

 

Ketua Kampung Siaga Bencana (KSB) Sariak, Ismail Damar, mengatakan abu vulkanik cukup mengganggu jarak pandang dan aktivitas masyarakat, bahkan menimbulkan keluhan gangguan pernapasan.

 

Material abu juga dilaporkan menutupi sebagian lahan pertanian dan perkebunan milik warga yang berada di lereng Gunung Marapi.

 

Warga yang sedang beraktivitas di kawasan perkebunan memilih berlindung di dalam pondok untuk menghindari paparan abu vulkanik.

 

Sementara itu, petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA), Ahmad Rifandi, mencatat aktivitas erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 15,6 milimeter dan durasi sekitar 48 detik.

 

Namun, tinggi kolom abu akibat erupsi belum dapat teramati dari pos pengamatan.

 

Status Gunung Marapi Masih Level II Waspada

 

Meski kembali mengalami erupsi, status aktivitas Gunung Marapi masih berada pada Level II atau Waspada.

 

Petugas mengingatkan masyarakat, pendaki, pengunjung, serta wisatawan agar tidak memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi, yakni Kawah Verbeek.

 

Masyarakat yang tinggal di sekitar lembah, aliran, dan bantaran sungai yang berhulu dari puncak Gunung Marapi juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya banjir lahar, terutama ketika hujan turun di kawasan puncak.

 

Selain itu, warga diimbau menggunakan masker yang menutup hidung dan mulut apabila terjadi hujan abu vulkanik guna mengurangi risiko gangguan kesehatan, khususnya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

 

Masyarakat Diminta Tidak Mengabaikan Peringatan Petugas

 

Erupsi Gunung Marapi menjadi pengingat bahwa aktivitas gunung api dapat berubah sewaktu-waktu. Masyarakat di kawasan rawan bencana diharapkan terus mengikuti informasi resmi dari petugas pengamatan gunung api dan instansi kebencanaan.

 

Warga juga diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi serta tidak mendekati kawasan berbahaya demi mengambil gambar atau menyaksikan aktivitas erupsi secara langsung.

 

Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam menghadapi peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Marapi.

{Nurman-BM}

#Beritametropolitan.id

Sumber: ANTARA

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed