JAKARTA, Beritametropolitan.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan sebanyak 51.057 personel satuan tugas darat untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di empat provinsi prioritas, yakni Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.
Berdasarkan data yang disampaikan BNPB dan diberitakan iNews.id pada Kamis (29/10/2026), luas lahan terbakar di empat provinsi tersebut tercatat mencapai 359 hektare.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan penanganan karhutla dilakukan melalui pemadaman darat, dukungan operasi udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Langkah tersebut dilakukan untuk mengendalikan kebakaran sekaligus mencegah api meluas ke wilayah lain.
Sumatera Selatan Catat Luas Kebakaran Terbesar
Berdasarkan data BNPB, sebaran luas lahan terbakar di empat provinsi tersebut terdiri atas:
– Sumatera Selatan: 262 hektare.
– Kalimantan Selatan: 75 hektare.
– Kalimantan Barat: 12 hektare.
– Kalimantan Tengah: 10 hektare.
Sumatera Selatan tercatat memiliki luas lahan terbakar terbesar di antara empat provinsi prioritas tersebut.
BNPB terus melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi terdampak. Kesiapsiagaan personel dan peralatan juga dipertahankan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.
Puluhan Ribu Personel Dikerahkan
Sebanyak 51.057 personel satuan tugas darat disebar ke empat provinsi dengan rincian sebagai berikut:
– Kalimantan Tengah: 16.387 personel.
– Kalimantan Barat: 14.458 personel.
– Sumatera Selatan: 12.285 personel.
– Kalimantan Selatan: 7.927 personel.
Personel tersebut didukung berbagai peralatan pemadaman, mulai dari pompa jinjing, selang pemadam, nosel, alat berat, hingga pesawat nirawak atau drone untuk membantu pemantauan kondisi lapangan.
Pengerahan personel dan peralatan dilakukan sesuai kebutuhan penanganan di masing-masing wilayah.
Operasi Udara dan Modifikasi Cuaca Dioptimalkan
Selain pemadaman melalui jalur darat, BNPB juga mengoptimalkan dukungan operasi udara untuk membantu mengendalikan kebakaran.
Dalam laporan yang diberitakan pada hari yang sama, BNPB menyiagakan 61 armada udara, terdiri atas 24 armada untuk patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca serta 37 helikopter untuk water bombing atau pengeboman air.
Operasi Modifikasi Cuaca dilakukan untuk membantu meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah sasaran, sehingga dapat mendukung pembasahan lahan dan upaya pemadaman.
Pelaksanaannya tetap bergantung pada kondisi atmosfer, ketersediaan sumber daya, serta hasil koordinasi dengan instansi terkait.
Kesiapsiagaan Tetap Diperlukan
Penanganan karhutla membutuhkan koordinasi antara BNPB, pemerintah daerah, BPBD, dan unsur terkait lainnya. Pemantauan titik api serta kesiapan personel menjadi bagian penting untuk mengantisipasi kebakaran yang dapat kembali muncul.
Data luas lahan terbakar tersebut merupakan catatan untuk empat provinsi prioritas yang disebutkan dalam laporan, bukan gambaran keseluruhan kebakaran hutan dan lahan di seluruh Indonesia.
BNPB terus melakukan penanganan dan pemantauan guna menekan dampak kebakaran terhadap lingkungan serta aktivitas masyarakat.
Sumber: BNPB
{Nurman-BM}



















