BNPB Siagakan 61 Armada Udara, Karhutla di Empat Provinsi Tersisa 359 Hektare

JAKARTA, Beritametropolitan.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiagakan 61 armada udara untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru sekaligus mempercepat pemadaman di daerah terdampak.

 

Berdasarkan data BNPB per Rabu (28/10/2026), luas lahan yang masih terbakar di empat provinsi tercatat mencapai 359 hektare. Data tersebut diperoleh dari pemantauan satelit terbaru yang masih mendeteksi kebakaran di sejumlah lokasi.

 

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan bahwa penanganan karhutla tetap menjadi perhatian, meskipun luasan kebakaran di sejumlah wilayah telah menurun.

 

“Untuk penanganan karhutla di Pulau Sumatera maupun Kalimantan sebagai prioritas kita selama ini, saat ini di empat provinsi terdapat 359 hektare,” ujar Berton dalam konferensi pers, Rabu (28/10/2026), sebagaimana diberitakan iNews.id.

 

“Sumatera Selatan Catat Luas Karhutla Terbesar”

BNPB merinci sebaran karhutla di empat provinsi tersebut sebagai berikut:

– Sumatera Selatan: 262 hektare.

– Kalimantan Selatan: 75 hektare.

– Kalimantan Barat: 12 hektare.

– Kalimantan Tengah: 10 hektare.

 

Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan luas kebakaran terbesar dalam data tersebut. BNPB juga menyebutkan bahwa pemantauan terbaru masih menemukan kebakaran di beberapa lokasi, sehingga personel dan peralatan tetap disiagakan bersama pemerintah daerah.

 

“61 Armada Udara Disiapkan untuk Penanganan”

Untuk memperkuat penanganan dari udara, BNPB menyiagakan 61 armada dengan pembagian tugas berbeda. Sebanyak 24 armada digunakan untuk patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), sedangkan 37 armada lainnya disiapkan untuk pemadaman melalui metode water bombing, yakni penyiraman air dari helikopter.

 

Operasi modifikasi cuaca dilakukan untuk membantu meningkatkan peluang turunnya hujan dan membasahi lahan yang rawan terbakar. Upaya ini dilaksanakan di sejumlah wilayah, termasuk Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan.

 

Selain dukungan udara, BNPB bersama pemerintah daerah juga mempertahankan kesiapsiagaan personel dan peralatan di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Langkah tersebut diperlukan untuk merespons apabila muncul titik api baru.

 

Masyarakat Diminta Tetap Waspada:

Meski luas karhutla yang tercatat di empat provinsi tersebut mencapai 359 hektare, penanganan belum dapat dihentikan sepenuhnya. Titik api baru masih berpotensi muncul, sehingga pemantauan dan kesiapsiagaan perlu terus dilakukan.

 

Masyarakat di sekitar kawasan rawan kebakaran diimbau tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau asap yang mengindikasikan kebakaran.

 

Penanganan karhutla membutuhkan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, petugas di lapangan, dan masyarakat agar kebakaran tidak meluas serta dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan dapat ditekan.

Sumber: iNews.id

{Nurman-BM}