JAKARTA, Beritametropolitan.id – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang wilayah Laut Banda, Maluku, pada Kamis (29/10/2026) pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Berdasarkan informasi BMKG, gempa terjadi pada pukul 05.06.47 WIB. Episenter berada di laut, sekitar 203 kilometer barat laut Kepulauan Tanimbar, Maluku, dengan kedalaman sekitar 160 kilometer.
Dalam keterangan resminya, BMKG menjelaskan bahwa gempa tersebut termasuk gempa bumi menengah yang dipicu aktivitas deformasi di dalam lempeng atau intraslab di kawasan Laut Banda.
Analisis mekanisme sumber menunjukkan adanya pergerakan sesar geser turun atau oblique normal.
“Getaran Dirasakan di Sejumlah Wilayah”
Berdasarkan laporan masyarakat yang diterima BMKG, getaran gempa dirasakan dengan skala intensitas III MMI di Banda Neira, Tanimbar, Kaimana, dan Sorong.
Pada skala III MMI, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan dapat terasa seperti getaran ketika truk melintas. Sementara itu, di Bula, getaran dilaporkan berada pada skala II MMI, yakni dirasakan oleh sebagian orang dan membuat benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
BMKG menyatakan bahwa hingga pukul 05.30 WIB, pemantauan belum menunjukkan aktivitas gempa bumi susulan.
Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan untuk mengetahui perkembangan aktivitas kegempaan di wilayah tersebut.
“Masyarakat Diimbau Tetap Tenang”
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami retak atau kerusakan akibat gempa serta mengikuti pembaruan informasi melalui kanal resmi BMKG.
Kepastian bahwa gempa tidak berpotensi tsunami didasarkan pada hasil pemodelan BMKG. Informasi mengenai dampak kerusakan atau korban harus merujuk pada laporan resmi dari pihak berwenang.
Sumber: BMKG Kamis, 29 Oktober 2026.
{Nurman-BM}
