Kartu BPJS Mendadak Nonaktif, Kemoterapi Anak Penderita Kanker Darah di RSUDZA Tertunda

Nasional184 Dilihat

Aceh, Beritametropolitan.id — Seorang warga asal Langsa bernama Fahrol mengeluhkan pelayanan program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) setelah kartu BPJS milik anaknya mendadak nonaktif saat hendak menjalani kemoterapi di RSUD dr. Zainoel Abidin, Kamis (7/5/2026).

 

Anak Fahrol yang masih berusia empat tahun dijadwalkan menjalani kemoterapi ketiga sebagai bagian dari pengobatan kanker darah yang dideritanya. Namun, proses pengobatan tersebut terpaksa tertunda lantaran status kepesertaan BPJS pasien berubah menjadi nonaktif saat proses administrasi dilakukan.

 

Fahrol mengaku sempat memastikan status BPJS anaknya pada malam sebelumnya dan mendapati kartu tersebut masih dalam kondisi aktif. Namun, keesokan paginya saat hendak mengurus administrasi di loket rumah sakit, ia justru mendapat informasi bahwa kepesertaan BPJS anaknya telah dinonaktifkan.

 

“Semalam saya cek masih aktif. Tapi pagi ini pas di loket dibilang BPJS nonaktif dan harus menunggu aktif kembali baru bisa berobat,” ujar Fahrol kepada wartawan.

 

Menurut Fahrol, petugas rumah sakit sempat mengarahkan dirinya untuk mengurus surat keterangan dari poli agar pengobatan anaknya tetap dapat dilanjutkan. Namun setelah surat tersebut berhasil diurus dan diserahkan ke loket, pihak administrasi kembali menyatakan pasien belum dapat menjalani tindakan medis sebelum status BPJS aktif kembali.

 

“Awalnya disuruh buat surat keterangan dari poli, katanya supaya bisa lanjut. Tapi setelah saya urus, tetap saja dibilang harus tunggu BPJS aktif baru bisa berobat,” katanya.

 

Ia menilai kondisi ini sangat memberatkan, khususnya bagi pasien kanker yang membutuhkan pengobatan rutin dan berkelanjutan. Keterlambatan kemoterapi, menurutnya, dapat berdampak pada proses penyembuhan pasien.

 

Fahrol juga mengaku bukan satu-satunya yang mengalami persoalan serupa. Ia mendapat informasi bahwa sejumlah pasien lain juga terkendala administrasi BPJS, termasuk seorang pasien thalassemia asal Aceh Jaya yang disebut terpaksa pulang untuk mengurus perubahan data kepesertaan dan desil BPJS.

 

Diketahui, anak Fahrol baru sekitar satu bulan lalu divonis menderita kanker darah setelah sempat menjalani perawatan selama sepekan di RSUD dr. Zainoel Abidin. Hingga saat ini, pasien telah menjalani dua kali kemoterapi dan dijadwalkan menjalani terapi rutin selama enam bulan ke depan.

 

Fahrol berharap pihak terkait, baik pengelola JKA maupun BPJS Kesehatan, dapat segera menyelesaikan persoalan administrasi tersebut agar pasien yang membutuhkan penanganan medis mendesak tidak lagi terkendala oleh status kepesertaan yang tiba-tiba berubah.

 

Kasus ini menjadi perhatian publik, mengingat pelayanan kesehatan bagi pasien penyakit kronis seperti kanker seharusnya menjadi prioritas utama tanpa hambatan administratif yang berpotensi mengganggu proses pengobatan.

 

{Redaksi-BM}