Mensesneg Bongkar Fakta di Balik Rumor Menkeu dan Purbaya Mundur, Benarkah Rupiah Terancam Rp18.000?

Berita Jakarta44 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA, Beritametropolitan.id – Isu mundurnya Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjadi perbincangan hangat di tengah gejolak pasar keuangan dan melemahnya nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).

 

banner 336x280

Rumor tersebut semakin berkembang setelah beredar kabar bahwa pemerintah akan melakukan perombakan kabinet (reshuffle) menyusul tekanan ekonomi dan pelemahan mata uang nasional. Bahkan, sejumlah nama disebut-sebut sebagai calon pengganti Menkeu.

 

Namun, kabar tersebut langsung dibantah oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. Menurutnya, tidak ada rencana pergantian Menteri Keuangan maupun reshuffle kabinet dalam waktu dekat.

 

“Dari mana itu, tidak ada,” tegas Prasetyo Hadi saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai isu pengunduran diri Menkeu. Ia juga menegaskan bahwa Purbaya sendiri telah membantah rumor tersebut dan tetap menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan.

 

Mensesneg menjelaskan bahwa pemerintah saat ini justru fokus memperkuat koordinasi antar-lembaga untuk menghadapi dinamika ekonomi global yang berdampak terhadap pasar keuangan domestik. Pemerintah bersama Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memantau perkembangan nilai tukar rupiah dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

 

Rupiah Sentuh Rp18.000, Pemerintah Minta Publik Tetap Tenang

Di tengah beredarnya rumor tersebut, nilai tukar rupiah memang sempat menyentuh level psikologis Rp18.000 per dolar AS. Kondisi ini memicu kekhawatiran pelaku pasar dan masyarakat mengenai kesehatan ekonomi nasional.

 

Meski demikian, Menkeu Purbaya menegaskan bahwa pelemahan rupiah masih berada dalam rentang perhitungan pemerintah dan belum mengganggu kemampuan negara dalam memenuhi kewajiban pembayaran utang maupun pelaksanaan APBN 2026.

 

Menurut Purbaya, sebagian besar kewajiban utang pemerintah menggunakan skema kupon tetap (fixed rate), sehingga fluktuasi kurs tidak secara langsung mengganggu pembayaran pokok utang negara. Ia juga menilai pelemahan rupiah lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen pasar dan berbagai rumor yang berkembang dalam beberapa hari terakhir.

 

“Karena ada isu macam-macam dan rumor yang berkembang di pasar sehingga sentimen terhadap rupiah menjadi negatif,” ujar Purbaya dalam keterangannya kepada wartawan.

 

Sementara itu, Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemerintah tetap optimistis terhadap kondisi ekonomi nasional. Menurutnya, berbagai indikator makroekonomi menunjukkan fundamental Indonesia masih cukup kuat, termasuk tingkat inflasi yang relatif terjaga dan pertumbuhan ekonomi yang masih berjalan positif.

 

Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi dan menyerahkan pengelolaan stabilitas ekonomi kepada institusi yang berwenang.

 

Dengan adanya klarifikasi resmi dari Istana dan Kementerian Keuangan, rumor mengenai pengunduran diri Menkeu Purbaya maupun reshuffle kabinet untuk sementara dapat dipastikan tidak benar. Pemerintah menegaskan fokus utama saat ini adalah menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tantangan global yang terus berkembang.

 

Redaksi Beritametropolitan.id

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *