Profil Mamah Dedeh: Pendakwah Ikonik dengan Jargon “Curhat Dong, Mah!”

Berita7 Dilihat

Jakarta, Beritametropolitan.id – Siapa yang tidak kenal dengan suara lantang dan gaya bicara blak-blakan sosok Mamah Dedeh? Pendakwah yang memiliki nama asli Dede Rosyidah ini telah menjadi “ibu” bagi jutaan pemirsa di Indonesia, terutama kaum ibu-ibu majelis taklim. Melalui pembawaannya yang jujur, tegas, namun sering kali jenaka, ia berhasil membawa warna baru dalam dunia dakwah televisi.

 

Cita-Cita Melukis yang Berujung di Mimbar Dakwah

Lahir di Ciamis pada 5 Agustus 1951, Mamah Dedeh tumbuh dalam lingkungan religius sebagai putri dari K.H. Sujai. Menariknya, menjadi pendakwah bukanlah cita-cita awalnya. Di masa muda, ia justru memiliki keinginan kuat untuk menjadi seorang pelukis.

 

Namun, garis hidup membawanya ke jalan yang berbeda. Pada usia 17 tahun, sang ayah mengirimnya ke Jakarta untuk mendalami ilmu agama di IAIN Syarif Hidayatullah (sekarang UIN Jakarta). Di sana, ia tidak hanya belajar secara akademis, tetapi juga aktif berorganisasi melalui Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

 

Awal Mula Nama “Mamah Dedeh” dan Peran Benyamin Sueb

Nama populer “Mamah Dedeh” ternyata memiliki sejarah yang menyentuh. Nama tersebut melekat padanya karena kebiasaannya mengasuh banyak anak angkat.

 

Karier medianya sendiri dimulai berkat “tangan dingin” aktor legendaris Benyamin Sueb. Pada tahun 1994, Benyamin mengajaknya tampil di sebuah program radio. Sejak saat itulah, suara khasnya mulai dikenal publik sebelum akhirnya meledak di layar kaca.

 

Fenomena “Mamah dan Aa”: Dakwah Tanpa Basa-Basi

Puncak popularitasnya terjadi lewat program televisi “Mamah dan Aa” yang mulai tayang pada tahun 2007. Acara ini menjadi fenomena budaya tersendiri dengan beberapa ciri khas:

 

Jargon Ikonik: Kata-kata pembuka “Curhat dong, Mah?” yang dijawab dengan “Iya dong!” menjadi bagian dari percakapan sehari-hari masyarakat.

 

Audiens Majelis Taklim: Penonton di studio yang didominasi ibu-ibu dengan seragam warna-warni dari berbagai daerah memberikan atmosfer yang hangat.

 

Topik Realistis: Mamah Dedeh tidak ragu membahas isu sensitif, mulai dari urusan ranjang, perselingkuhan, hingga etika media sosial, semuanya dijawab dengan perspektif agama yang praktis.

 

Kehidupan Pribadi dan Ketangguhan

Dalam kehidupan pribadinya, Mamah Dedeh menikah dengan Syarifuddin pada tahun 1970 dan dikaruniai empat orang anak. Sebagai sosok yang disiplin, ia dikenal sebagai pribadi yang rendah hati meskipun sudah menjadi dai kondang.

 

Ketangguhannya juga teruji saat ia dinyatakan positif COVID-19 pada akhir tahun 2020. Di usia yang tidak lagi muda, ia berhasil sembuh dan kembali menyapa jemaahnya dengan semangat yang sama—tegas, jujur, dan selalu mengena di hati. (Wikipedia)

 

#MamahDedeh #CurhatDongMah #MamahDanAa #DakwahIbuIbu #UstadzahIndonesia #InspirasiMuslimah #TokohReligi

{Redaksi-BM}