Sejumlah Anak Berseragam Sekolah Terlihat Bermain Kartu Remi di Cafe COMFFEE Jalan Kemurnian V

Sejumlah Siswa SMK Bolos Sekolah Bermain Kartu Remi Sambil Merokok

Berita Jakarta48 Dilihat

Sejumlah Anak Berseragam Sekolah Terlihat Bermain Kartu Remi di Cafe COMFFEE Jalan Kemurnian V

 

Jakarta Barat, Beritametropolitan.id – Sejumlah pelajar yang masih mengenakan seragam sekolah terlihat berada di Cafe COMFFEE, Jalan Kemurnian V, kawasan Glodok, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, pada jam yang umumnya masih berlangsung kegiatan belajar mengajar.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, sekelompok pelajar yang diduga merupakan siswa SMK Tanjung, yang berlokasi di Jalan Dr. Nurdin V RT 004 RW 07, Kelurahan Grogol, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, terlihat berkumpul di dalam kafe. Mereka tampak bermain kartu remi, dan beberapa di antaranya terlihat merokok. Hingga berita ini diterbitkan, identitas para pelajar tersebut maupun status kehadiran mereka di sekolah belum dapat dikonfirmasi.

 

Kondisi tersebut menarik perhatian warga sekitar yang mempertanyakan mengapa para pelajar berada di luar lingkungan sekolah pada jam efektif belajar.

 

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya berharap pihak sekolah bersama orang tua dapat meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas para siswa di luar lingkungan sekolah, khususnya pada jam pelajaran.

 

«”Kalau memang masih jam sekolah, tentu perlu dicek apakah mereka mendapat izin dari sekolah atau tidak. Pengawasan dari semua pihak sangat penting agar anak-anak tidak meninggalkan kegiatan belajar tanpa alasan yang jelas,” ujarnya.»

 

Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan dari pihak sekolah maupun pengelola Cafe COMFFEE mengenai keberadaan para pelajar tersebut. Oleh karena itu, redaksi masih menunggu konfirmasi dari pihak-pihak terkait untuk memperoleh informasi yang berimbang.

 

Menanggapi fenomena tersebut, Tuan Guru Drs. Dedi Hermanto, Ketua Umum Pengurus Besar Forum Ulama dan Aktivis Islam (PB-FORMULA), mengingatkan pentingnya sinergi antara keluarga, sekolah, dan pemerintah dalam membina generasi muda agar tetap fokus pada pendidikan dan menjauhi perilaku yang dapat berdampak negatif terhadap masa depan mereka.

 

Para tokoh masyarakat berharap Dinas Pendidikan, pihak sekolah, serta orang tua dapat meningkatkan komunikasi dan pengawasan terhadap peserta didik sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan baik.

 

Catatan Redaksi: Berita ini disusun berdasarkan hasil pengamatan di lapangan dan informasi yang diperoleh dari warga. Redaksi membuka ruang hak jawab dan hak koreksi bagi pihak sekolah, pengelola kafe, maupun pihak lain yang disebutkan dalam pemberitaan sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“{Team Redaksi-BM}”