Ayatulloh “Si Tukang Gorengan” Nomor Urut 2 Pecahkan Rekor, Tumbangkan Lurah 2 Periode dengan Selisih 741 Suara

Dari Lapak Gorengan Sampai Menjadi Raja di Pahlawan Setia

banner 468x60

BEKASI, Beritametropolitan.id — Pesta demokrasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pahlawan Setia, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (20/9/2026), mencatat kemenangan calon kepala desa nomor urut 2, Ayatulloh.

 

banner 336x280

Ayatulloh yang dikenal sebagai sosok sederhana dan oleh sebagian masyarakat dijuluki “Si Tukang Gorengan”, berhasil meraih suara terbanyak dalam kontestasi Pilkades Pahlawan Setia.

 

Berdasarkan data hasil pemungutan suara yang disampaikan, Pilkades Pahlawan Setia diikuti Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 9.855 pemilih yang tersebar di 22 Tempat Pemungutan Suara (TPS).

 

Hasil tersebut menempatkan Ayatulloh di posisi teratas dengan perolehan 4.174 suara, disusul calon nomor urut 1 Zainal Abidin dengan 3.433 suara, sementara calon nomor urut 3 Zaid Husain memperoleh 2.248 suara.

 

Dengan demikian, Ayatulloh unggul 741 suara atas Zainal Abidin.

“Ayatulloh Nomor Urut 2 Raih 4.174 Suara”

Perolehan suara dalam Pilkades Pahlawan Setia menunjukkan persaingan yang cukup ketat di antara tiga kandidat.

 

Calon nomor urut 1, Zainal Abidin, memperoleh 3.433 suara atau sekitar 32 persen berdasarkan persentase yang disampaikan.

 

Sementara itu, Ayatulloh nomor urut 2 berhasil mengumpulkan 4.174 suara, dengan persentase yang disampaikan sekitar 39 persen.

 

Adapun Zaid Husain nomor urut 3 memperoleh 2.248 suara, dengan persentase yang disampaikan sekitar 21 persen.

 

Jika dilihat dari jumlah suara, Ayatulloh memiliki keunggulan 741 suara dibandingkan Zainal Abidin dan unggul 1.926 suara dari Zaid Husain.

 

“Rekapitulasi Perolehan Suara”

Nomor Urut| Nama Calon| Perolehan Suara| Persentase yang Disampaikan

1| Zainal Abidin| 3.433| 32%

2| Ayatulloh| 4.174| 39%

3| Zaid Husain| 2.248| 21%

Total| | 9.855|

 

Data tersebut menunjukkan Ayatulloh memperoleh suara terbanyak dalam kontestasi yang berlangsung di 22 TPS dengan jumlah DPT sebanyak 9.855 pemilih.

 

“Tumbangkan Petahana Dua Periode”

Kemenangan Ayatulloh menjadi sorotan karena salah satu kandidat yang dihadapinya adalah Zainal Abidin, calon nomor urut 1 yang sebelumnya menjabat sebagai kepala desa selama dua periode.

 

Dengan selisih 741 suara, Ayatulloh berhasil melewati perolehan suara Zainal Abidin.

 

Hasil tersebut menjadi bagian dari dinamika demokrasi tingkat desa. Masyarakat Pahlawan Setia menggunakan hak pilihnya untuk menentukan pemimpin desa yang akan melanjutkan roda pemerintahan dan pembangunan di wilayah tersebut.

 

Kemenangan calon nomor urut 2 juga memperlihatkan bahwa latar belakang sosial dan pekerjaan seorang kandidat tidak menjadi satu-satunya faktor yang menentukan hasil pemilihan. Ayatulloh yang dikenal sederhana dan dijuluki “Si Tukang Gorengan” mampu mendapatkan dukungan suara terbanyak.

 

“Dari Sosok Sederhana ke Kursi Kepala Desa”

Perjalanan Ayatulloh dalam Pilkades Pahlawan Setia menjadi perhatian masyarakat. Sebelum memasuki kontestasi, sosoknya dikenal dekat dengan masyarakat dan membawa sejumlah gagasan mengenai pembangunan desa, pemberdayaan pemuda, serta peningkatan pelayanan kepada warga.

 

Sebelumnya, Ayatulloh juga menyerukan agar seluruh pendukung menjaga kondusivitas selama tahapan Pilkades berlangsung.

 

Kini, hasil pemungutan suara menempatkan dirinya sebagai calon dengan perolehan suara tertinggi.

 

Kepercayaan tersebut sekaligus membawa tanggung jawab besar. Setelah proses pemilihan selesai, masyarakat tentu berharap pemerintahan desa ke depan mampu memberikan pelayanan yang transparan, meningkatkan pembangunan infrastruktur, memperkuat pemberdayaan masyarakat dan menjaga persatuan warga.

 

Pilkades Pahlawan Setia menjadi gambaran bagaimana proses demokrasi berlangsung di tingkat paling dekat dengan masyarakat.

 

Dengan DPT sebanyak 9.855 pemilih dan 22 TPS, persaingan tiga kandidat menghasilkan Ayatulloh sebagai peraih suara terbanyak berdasarkan data yang disampaikan.

 

Zainal Abidin memperoleh 3.433 suara, Ayatulloh memperoleh 4.174 suara, sedangkan Zaid Husain memperoleh 2.248 suara.

 

Selisih 741 suara antara Ayatulloh dan Zainal Abidin menjadi angka penting dalam hasil Pilkades kali ini.

 

Bagi Ayatulloh, kemenangan tersebut bukan sekadar keberhasilan memenangkan pemungutan suara. Setelah proses penetapan resmi selesai, tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa kepercayaan masyarakat tersebut dapat diwujudkan melalui kerja nyata untuk seluruh warga Pahlawan Setia, termasuk warga yang sebelumnya memilih kandidat lain.

 

Pilkades telah usai. Persaingan politik telah selesai. Kini seluruh mata masyarakat tertuju pada bagaimana pemimpin terpilih menjalankan amanah dan membawa Pahlawan Setia menuju pemerintahan desa yang lebih terbuka, adil dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

{Nurman-BM}

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed