Anak Krakatau Masih Siaga Level III, Asap Kawah Membubung 1.000 Meter, Warga Dilarang Mendekat

Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda masih menunjukkan peningkatan. Pada Kamis (5/11/2026), gunung api tersebut masih berstatus Level III

Berita Lampung12 Dilihat
banner 468x60

LAMPUNG, Beritametropolitan.id – Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda masih menunjukkan peningkatan. Pada Kamis (5/11/2026), gunung api tersebut masih berstatus Level III atau Siaga setelah terpantau mengeluarkan asap kawah hingga mencapai ketinggian 1.000 meter dari puncak.

 

banner 336x280

Berdasarkan laporan pengamatan Pos Pengamatan Gunung Api Krakatau periode pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, asap kawah utama terlihat berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal.

 

Selain aktivitas visual tersebut, petugas juga mencatat sejumlah aktivitas kegempaan yang menunjukkan bahwa dinamika di dalam tubuh gunung masih berlangsung.

 

Dalam periode pengamatan enam jam tersebut, tercatat empat kali gempa hembusan, dua kali gempa hybrid atau fase banyak, serta satu kali tremor menerus.

 

Petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Suwarno, menjelaskan bahwa tingginya asap yang terlihat berkaitan dengan proses hembusan gas dari kawah yang memiliki kandungan air cukup banyak.

 

Menurutnya, pertemuan batuan panas dengan air di dalam kawah dapat menghasilkan asap yang kemudian terdorong oleh tekanan gas dari dalam gunung.

 

Ia menegaskan, meskipun tidak terdapat laporan erupsi baru dalam periode pengamatan tersebut, masyarakat tidak boleh menganggap aktivitas gunung sudah berhenti.

 

PVMBG Tetapkan Radius Bahaya 5 Kilometer

 

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih mempertahankan status Gunung Anak Krakatau pada Level III atau Siaga.

 

Dalam rekomendasinya, masyarakat yang berada di sekitar Gunung Anak Krakatau, termasuk wisatawan, pengunjung, dan pendaki, dilarang memasuki maupun melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.

 

Larangan aktivitas juga diberlakukan dalam radius 1 kilometer dari pulau-pulau baru di sektor barat laut dan tenggara Gunung Anak Krakatau.

 

PVMBG turut mengingatkan sejumlah potensi bahaya yang perlu diwaspadai, antara lain lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, serta kemungkinan erupsi sekunder akibat kontak lava panas dengan air laut maupun air hujan.

 

Masyarakat Diminta Tidak Mengabaikan Peringatan

 

Kondisi aktivitas vulkanik Anak Krakatau menjadi perhatian karena gunung tersebut masih menunjukkan aktivitas kegempaan dan hembusan gas.

 

Masyarakat, khususnya nelayan dan wisatawan yang beraktivitas di kawasan Selat Sunda, diminta mematuhi rekomendasi keselamatan dari petugas berwenang.

 

Informasi mengenai perkembangan aktivitas gunung api harus mengacu pada laporan resmi PVMBG dan MAGMA Indonesia agar masyarakat tidak terpengaruh kabar yang belum terverifikasi.

 

Pemerintah dan petugas pengamatan gunung api diharapkan terus memperkuat pemantauan serta menyampaikan perkembangan kondisi Anak Krakatau secara berkala.

 

Beritametropolitan.id akan terus mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan informasi resmi dari instansi terkait.

{Team Redaksi-BM}

#Beritametropolitan.id

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *