Demo Karhutla Memanas! Massa Lempari Kantor Gubernur Kaltim dengan Sayuran Busuk, Tuntut Pemerintah Bertindak

banner 468x60

Samarinda, Beritametropolitan.id – Aksi demonstrasi Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) di Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rabu (4/11/2026), berlangsung diwarnai aksi simbolik pelemparan sayuran busuk. Aksi tersebut menjadi bentuk kekecewaan massa terhadap sejumlah persoalan yang dinilai belum mendapatkan penyelesaian konkret dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

 

banner 336x280

Demonstrasi yang berlangsung di Samarinda itu merupakan aksi lanjutan dari unjuk rasa pada 21 Oktober 2026. Massa kembali turun ke jalan untuk menagih tindak lanjut atas berbagai tuntutan, mulai dari persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), hingga pemadaman listrik yang masih dikeluhkan masyarakat.

 

Jenderal Lapangan aksi, Wira Saguna Abyasa Harahap, mengatakan pihaknya menilai pemerintah provinsi belum memberikan jawaban konkret terhadap tuntutan yang sebelumnya telah disampaikan.

 

Menurut Wira, terdapat dua tuntutan tambahan yang dibawa dalam demonstrasi kali ini. Pertama, meminta pemberian kompensasi bagi masyarakat yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat dampak karhutla. Kedua, meminta pencopotan Sudarno dari tim ahli yang menurut massa diduga memprovokasi masyarakat.

 

Wira menyampaikan bahwa komunikasi dengan pihak humas Pemprov Kaltim belum menghasilkan kepastian mengenai realisasi tuntutan demonstran.

 

Massa juga mempertanyakan ketidakhadiran Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji saat para demonstran mendatangi kantor gubernur.

 

Mereka berharap pimpinan daerah hadir secara langsung untuk memberikan penjelasan sekaligus menjawab berbagai persoalan yang disuarakan masyarakat.

 

Pemadaman Listrik Jadi Sorotan

 

Selain persoalan karhutla, pemadaman listrik yang berulang juga menjadi salah satu pemicu kekecewaan masyarakat.

 

Salah seorang demonstran, Muhammad Khadafi, mengungkapkan bahwa pemadaman listrik telah berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

 

Ia mengaku mengalami kerugian akibat pemadaman listrik yang disebutnya telah berlangsung berulang kali selama beberapa bulan terakhir.

 

Khadafi bahkan menyoroti kondisi Kalimantan Timur sebagai daerah penghasil batu bara, tetapi masyarakatnya masih menghadapi persoalan pasokan listrik.

 

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi ironi karena sumber daya alam yang melimpah belum sepenuhnya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

 

Pemerintah Daerah Didorong Berikan Jawaban Konkret

 

Aksi pelemparan sayuran busuk menjadi simbol protes atas kekecewaan massa terhadap persoalan yang mereka anggap belum terselesaikan.

 

Demonstrasi tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa persoalan karhutla, dampak kesehatan akibat kabut asap, kelangkaan BBM, dan gangguan pasokan listrik membutuhkan penanganan serius.

 

Masyarakat membutuhkan langkah nyata, bukan sekadar janji atau komunikasi tanpa kepastian tindak lanjut.

 

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari Gubernur Rudy Mas’ud maupun Wakil Gubernur Seno Aji yang dimuat dalam sumber pemberitaan terkait untuk menanggapi seluruh tuntutan demonstran.

 

Pemprov Kaltim diharapkan dapat memberikan penjelasan terbuka mengenai perkembangan penanganan persoalan tersebut, termasuk langkah konkret untuk melindungi masyarakat terdampak karhutla dan mengatasi gangguan pasokan listrik.

{Team Redaksi-BM}

Sumber: CNN

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *