Banjir dan Longsor Terjang Lumajang, 1.567 KK Terdampak, Dua Orang Meninggal Dunia

hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, banjir bandang, hingga tanggul jebol melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

banner 468x60

LUMAJANG, Beritametropolitan.id – Bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, banjir bandang, hingga tanggul jebol melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Dampaknya, sebanyak 1.567 kepala keluarTambahkan Media Tambahkan Formulir Kontakga (KK) terdampak, sementara dua orang dilaporkan meninggal dunia akibat tertimbun material longsor.

 

banner 336x280

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan bahwa jumlah warga terdampak mengalami peningkatan dibandingkan laporan sebelumnya yang mencatat sebanyak 1.417 KK.

 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bahwa proses pendataan masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan.

 

“Ada dua jiwa yang meninggal, kemarin sudah kami sampaikan, mereka ini adalah bapak dan anak. Ada 1.567 KK yang terdampak dan ini masih dalam pendataan,” kata Berton di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

 

“Tiga Kecamatan dan Delapan Desa Terdampak”

Berdasarkan data BNPB, rangkaian bencana tersebut berdampak pada tiga kecamatan, yakni Pasirian, Jatiroto, dan Tempursari.

 

Adapun delapan desa yang terdampak meliputi Gondoruso, Rojopolo, Purorejo, Tempursari, Bulurejo, Punorejo, Kaliuling, dan Pundungsari.

 

Selain mengakibatkan kerusakan rumah warga, bencana tersebut juga mengganggu akses jalan, jaringan listrik, serta aktivitas pertanian masyarakat.

 

BNPB mencatat sebanyak 1.417 rumah terdampak dalam rangkaian kejadian bencana tersebut.

 

Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang bersama unsur gabungan telah diterjunkan untuk melakukan penanganan darurat, pendataan warga, serta penyaluran bantuan logistik.

 

Petugas juga berupaya membuka kembali akses jalan yang tertutup material longsor, termasuk jalur penghubung Tamansari-Iburaja.

 

“Ayah dan Anak Meninggal Tertimbun Longsor”

Di tengah upaya penanganan bencana, peristiwa longsor di Dusun Jonggrang, Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, menimbulkan korban jiwa.

 

Longsor terjadi pada Sabtu dini hari, 31 Oktober 2026, sekitar pukul 01.00 WIB, setelah hujan lebat mengguyur kawasan tersebut pada Jumat malam.

 

Material longsor menimpa rumah warga yang saat itu sedang ditempati satu keluarga. Longsor susulan kemudian menyebabkan dua orang meninggal dunia, yakni Imron (40) dan putrinya, Hilya (9).

 

Sementara itu, ibu korban dilaporkan selamat. Kedua korban meninggal dunia telah dievakuasi oleh warga setempat dan dimakamkan.

 

BNPB juga menyampaikan bahwa satu rumah mengalami kerusakan sedang akibat peristiwa tersebut.

 

“Pemerintah Siapkan Santunan dan Bantuan”

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyatakan akan memberikan santunan duka sebesar Rp20 juta untuk dua korban meninggal dunia.

 

Selain santunan, pemerintah juga menyiapkan bantuan berupa paket sembako serta material bangunan seperti semen dan bata untuk membantu pemulihan rumah keluarga korban.

 

BNPB memastikan penanganan darurat masih berlangsung. Petugas terus memantau wilayah yang terisolasi, rumah-rumah yang terancam rusak, serta kondisi infrastruktur yang terdampak.

 

“Masyarakat Diminta Waspada Bencana Susulan”

BNPB mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan, terutama di kawasan aliran sungai yang berpotensi dilalui banjir lahar hujan.

 

Masyarakat diminta tidak mendekati aliran sungai yang berbahaya, mengikuti arahan petugas, serta mengutamakan keselamatan apabila terjadi peningkatan debit air maupun pergerakan tanah.

 

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi, khususnya di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan banjir dan longsor.

 

Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan terus memperkuat upaya mitigasi, memastikan bantuan tersalurkan secara merata, serta mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat terdampak.

{Team Redaksi-BM}

#Beritametropolitan.id

Sumber: BNPB melalui ANTARA News, 3 November 2026.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *