Di Balik Kata Ramadhan, Tersimpan Nasihat Ulama untuk Perbaikan Diri

Nasional18 Dilihat
banner 468x60

Jakarta, Beritametropolitan.id – Bulan suci Ramadhan bukan sekadar waktu menahan lapar dan dahaga, tetapi menjadi madrasah ruhani bagi umat Islam untuk memperbaiki diri secara menyeluruh. Di balik kata “Ramadhan”, para ulama mengungkapkan terdapat makna mendalam pada setiap hurufnya yang sarat nasihat dan pengingat spiritual.

 

banner 336x280

Allah SWT telah mewajibkan puasa sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an:

“Yā ayyuhalladzīna āmanū kutiba ‘alaikumush-shiyām kamā kutiba ‘alalladzīna min qablikum la‘allakum tattaqūn.”

(Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa).

(QS. Al-Baqarah: 183)

 

Para ulama menafsirkan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa. Bahkan, secara simbolik, huruf-huruf dalam kata “Ramadhan” dimaknai sebagai tahapan perjalanan spiritual seorang hamba menuju ridho Allah SWT.

 

Makna Huruf-Huruf Ramadhan

Ro (ر) dimaknai sebagai Ridho Allah atas hamba-Nya yang berpuasa dengan ikhlas. Ketika seseorang menahan lapar, dahaga, serta hawa nafsu semata-mata karena Allah, maka keridhaan-Nya turun dengan lembut dan menenangkan jiwa. Puasa bukan sekadar kewajiban, tetapi bukti cinta dan ketaatan seorang hamba.

 

Mim (م) adalah Maghfirah Allah, ampunan yang begitu luas tanpa batas. Ramadhan menjadi momentum penghapus dosa melalui istighfar, taubat, dan kesungguhan hati untuk kembali ke jalan yang diridhai. Di bulan ini, pintu ampunan dibuka selebar-lebarnya.

 

Dha (ض) mengandung makna penyucian total—dari ujung rambut hingga ujung kaki kembali bersih. Bukan hanya tubuh yang berpuasa, tetapi mata, telinga, lisan, tangan, hingga langkah kaki ikut dijaga. Ramadhan menjadi bulan pembersihan lahir dan batin, membakar dosa serta menyucikan hati dari penyakit iri, dengki, dan amarah.

 

Sementara Nun (ن) diartikan sebagai Nur atau cahaya. Cahaya amal, doa, dan tilawah Al-Qur’an yang dipanjatkan setiap malam akan naik ke langit sebagai saksi atas kesungguhan seorang hamba dalam mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Ramadhan menjadi bulan bercahayanya iman dalam dada orang-orang yang berpuasa dengan penuh keikhlasan.

 

Para ulama mengingatkan, Ramadhan sejatinya adalah bulan transformasi. Jika setelah Ramadhan akhlak tidak berubah menjadi lebih baik, maka esensi puasa belum sepenuhnya tercapai. Puasa mendidik kesabaran, menumbuhkan empati kepada kaum dhuafa, serta melatih pengendalian diri.

 

Ramadhan juga dikenal sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an, petunjuk hidup bagi manusia. Oleh karena itu, memperbanyak tilawah dan tadabbur menjadi bagian penting dalam menghidupkan malam-malamnya.

 

Di penghujung tausiyah dan refleksi ini, kami segenap pimpinan perusahaan media PT Nurman Cyber Nusantara, media online Beritametropolitan.id dan Metro86.com, mengucapkan:

Marhaban ya Ramadhan 1447 Hijriyah, mohon maaf lahir dan batin.

 

Semoga Ramadhan tahun ini menghadirkan kedamaian, keberkahan, serta cahaya iman bagi kita semua.

 

Semoga setiap ibadah yang kita tunaikan diterima Allah SWT dan menjadikan kita pribadi yang lebih bertakwa, berakhlak mulia, serta bermanfaat bagi sesama.

{Pemimpun Redaksi-BM}

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *