Jakarta, Beritametropolitan.id – Dunia dakwah tanah air sempat dihebohkan dengan momen haru pada Mei 2023 lalu. Sosok pendakwah milenial, Tengku Hanan Attaki, Lc., secara resmi melakukan baiat dan menyatakan diri sebagai warga Nahdlatul Ulama (NU). Langkah ini bukan sekadar perpindahan organisasi, melainkan sebuah titik balik penting dari perjalanan panjang seorang dai yang dulu sempat mengalami penolakan di berbagai daerah.
Kini, sang “Ustaz Kupluk” kembali dengan energi baru, membawa pesan damai yang merangkul semua kalangan—dari mereka yang ada di aspal jalanan hingga mereka yang peduli pada kelestarian bumi.
Siapa sangka, dai yang memiliki suara lembut ini pernah mencicipi kerasnya kehidupan saat menempuh pendidikan di Al-Azhar, Kairo. Demi menyambung hidup, Hanan muda pernah berjualan bakso hingga menjadi pengatur jemaah haji. Pengalaman inilah yang membuatnya memiliki empati tinggi terhadap realitas hidup masyarakat urban.
Namun, kepulangannya ke Indonesia tidak selalu mulus. Gerakan Pemuda Hijrah (Shift) yang ia bangun di Bandung sempat dicurigai dan mendapatkan penolakan di beberapa wilayah Jawa Timur karena isu perbedaan manhaj. Alih-alih membalas dengan amarah, Ustaz Hanan justru menunjukkan adab yang luar biasa. Ia memilih untuk bertabayun dan akhirnya mantap berlabuh di bawah naungan PWNU Jawa Timur.
Merangkul yang Terlupakan: Anak Motor hingga Punk
Ciri khas yang membuat Ustaz Hanan begitu dicintai adalah keberaniannya masuk ke ruang-ruang yang jarang disentuh dai lain. Ia hadir di tengah:
Komunitas Hobi: Berdakwah di sela-sela dentum mesin geng motor, trik skateboard, hingga aksi parkour.
Bahasa Hati: Menggunakan istilah-istilah gaul yang tidak menghakimi, membuat anak muda yang merasa “berdebu” kembali berani menginjakkan kaki di masjid.
Tagline Populer: “Banyak main, banyak manfaat, banyak pahala, sedikit dosa,” sebuah pesan bahwa menjadi religius tidak berarti harus berhenti menjadi asik.
Visi Masa Depan: Sang Pejuang Lingkungan
Kini, fokus Ustaz Hanan berkembang lebih luas melalui Raheela Project. Ia tidak hanya bicara soal hijrah pakaian atau pergaulan, tapi juga Hijrah Ekologi.
Melalui kampanye Urban Ekologi, ia mengajak jemaahnya untuk:
Sedekah Sampah: Membawa sampah plastik ke lokasi kajian untuk didaur ulang.
Kurikulum Sustainability: Membangun sekolah gratis dengan pendidikan keberlanjutan demi menjaga masa depan bumi.
Dakwah Khalifah: Mengingatkan kembali bahwa tugas manusia bukan hanya beribadah secara ritual, tapi juga menjaga alam sebagai titipan Sang Pencipta.
Menuju Ukhuwah yang Lebih Luas
Keputusannya bergabung dengan Nahdlatul Ulama menjadi simbol persatuan umat. Ustaz Hanan membuktikan bahwa perbedaan sudut pandang di masa lalu bisa dijembatani dengan dialog dan kerendahan hati.
Kini, dengan dukungan dari organisasi Islam terbesar di dunia tersebut, syiar Ustaz Hanan semakin kuat. Ia terus membuktikan bahwa dakwah Islam adalah tentang merangkul, bukan memukul; mengajak, bukan mengejek; dan mencintai, bukan membenci. (Wikipedia)
#HananAttaki #PemudaHijrah #NahdlatulUlama #UstadzHananAttaki #HijrahEkologi #InspirasiMuslim #DakwahMilenial
{Redaksi-BM}


















