JAKARTA, Beritametropolitan.id – Pengurus Besar Forum Ulama dan Aktivis Islam (PB FORMULA) bersama badan otonomnya, yakni Wanita Formula, Pemuda Formula, dan DENJALU (Detasemen Jaga Ulama) menghadiri kegiatan Global Forum yang digagas oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan DPR RI di Gedung Nusantara V, Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Forum berskala internasional tersebut turut dihadiri para ketua umum organisasi kemasyarakatan Islam yang tergabung dalam MUI, para tokoh lintas agama dari Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu, serta perwakilan negara-negara sahabat dan kawasan Timur Tengah.
Acara berlangsung khidmat, penuh semangat kebersamaan, serta mendapat antusiasme tinggi dari para peserta yang menyimak berbagai pemaparan tokoh agama, nasional, dan internasional mengenai kondisi perdamaian dunia yang saat ini menghadapi berbagai tantangan global.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Pengurus Besar Forum Ulama dan Aktivis Islam (PB FORMULA), Tuan Guru Drs. Dedi Hermanto, menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya menjaga peradaban dunia yang berlandaskan nilai-nilai moral, akhlak mulia, dan perdamaian.
Menurutnya, Nabi Muhammad SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia dan membangun peradaban yang membawa rahmat bagi seluruh alam.
“Baginda Rasulullah Muhammad SAW diutus untuk menyempurnakan peradaban akhlakul karimah, budi pekerti, serta menciptakan perdamaian yang rahmatan lil alamin. Allah SWT tidak menyukai kehancuran peradaban yang disebabkan oleh kerusakan yang dibuat manusia sendiri,” ujar Dedi Hermanto.
Ia kemudian mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 11–12:
وَاِذَا قِيْلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِۙ قَالُوْٓا اِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُوْنَ
“Apabila dikatakan kepada mereka, ‘Janganlah berbuat kerusakan di bumi,’ mereka menjawab, ‘Sesungguhnya kami hanyalah orang-orang yang melakukan perbaikan.’” (QS. Al-Baqarah: 11)
اَلَآ اِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُوْنَ وَلٰكِنْ لَّا يَشْعُرُوْنَ
“Ingatlah, sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadarinya.” (QS. Al-Baqarah: 12)
Dedi Hermanto menegaskan bahwa nilai-nilai tersebut harus menjadi pedoman bagi para pemimpin dunia dalam membangun tatanan global yang lebih adil, damai, dan berkeadaban.
Sementara itu, Ketua Wanita Formula, Puteri Fajriah, ST, menyoroti pentingnya reformasi tata kelola perdamaian dunia agar lebih inklusif dan tidak didominasi oleh kepentingan segelintir pihak.
“Sudah saatnya perdamaian dunia dan lembaga-lembaga internasional tidak hanya dikendalikan oleh negara-negara tertentu maupun elit global. Dunia membutuhkan sistem yang lebih adil dan mampu mengakomodasi kepentingan seluruh bangsa secara setara,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum PP Pemuda Formula, Ust. Dr. Chairul Hakim, SE, MM, MAIS, yang baru terpilih dalam Munas I Pemuda Formula pada 7 Juni 2026, menyatakan kesiapan generasi muda untuk menjadi pelopor perubahan menuju peradaban yang lebih baik.
“Pemuda Formula siap menjadi motor penggerak perubahan dan pembaharuan peradaban yang bermoral, berakhlak, serta berkarakter sesuai jati diri bangsa Indonesia. Generasi muda harus tampil sebagai agen perdamaian dan pembangunan peradaban yang berlandaskan nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan,” ujarnya.
Global Forum yang diselenggarakan MUI bersama DPR RI tersebut diharapkan menjadi wadah dialog lintas agama, lintas budaya, dan lintas negara dalam mencari solusi atas berbagai konflik kemanusiaan yang terjadi di berbagai belahan dunia.
Kehadiran PB FORMULA beserta badan otonomnya menunjukkan komitmen organisasi tersebut dalam mendukung terwujudnya perdamaian dunia, penguatan nilai-nilai moral, serta pembangunan peradaban yang berkeadilan dan berorientasi pada kemaslahatan umat manusia.
(Redaksi-BM)













