Jakarta, Beritametropolitan.id – Dalam rangka memperingati World Press Freedom Day 2026, sejumlah awak media bersama masyarakat menggelar kegiatan fun walk yang berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan, Minggu pagi. Kegiatan tersebut diikuti oleh insan pers dari berbagai media, komunitas, organisasi masyarakat, hingga warga sekitar yang antusias memadati lokasi acara.
Acara fun walk ini tidak hanya menjadi ajang olahraga bersama, namun juga sebagai momentum mempererat silaturahmi antara insan pers dan masyarakat. Para peserta tampak kompak mengenakan atribut bertema kebebasan pers sambil membawa pesan penting tentang peran media dalam menjaga demokrasi, keterbukaan informasi, serta kontrol sosial di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Komaruddin Hidayat menyampaikan bahwa kebebasan pers merupakan pilar penting dalam menjaga demokrasi dan keterbukaan informasi publik. Menurutnya, insan pers harus tetap profesional, independen, dan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dalam menjalankan tugasnya.
“Pers yang sehat adalah pers yang mampu menyampaikan informasi secara objektif, edukatif, dan bertanggung jawab kepada masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah ketua umum dan perwakilan organisasi media nasional, di antaranya Serikat Media Siber Indonesia, Jaringan Media Siber Indonesia, serta berbagai organisasi pers dan komunitas media lainnya yang turut mendukung peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia tahun 2026.
Ketua panitia kegiatan juga menyampaikan bahwa peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia menjadi pengingat penting bahwa pers memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab kepada publik.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa pers hadir bersama masyarakat. Kebebasan pers harus dijaga bersama demi terciptanya demokrasi yang sehat dan transparan,” katanya.
Selain jalan santai, kegiatan juga diisi dengan hiburan rakyat, pemeriksaan kesehatan gratis, serta deklarasi damai untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Suasana penuh keakraban terlihat ketika para wartawan, tokoh masyarakat, dan warga berbaur tanpa sekat.
Panitia juga menyiapkan berbagai hadiah doorprize menarik untuk para peserta yang hadir. Adapun hadiah yang dibagikan di antaranya kipas angin, handphone, sepeda listrik hingga hadiah utama berupa motor listrik yang langsung disambut antusias oleh masyarakat dan awak media yang mengikuti acara tersebut.
Beberapa peserta berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk sinergi positif antara media dan masyarakat. Mereka menilai keberadaan pers sangat penting sebagai jembatan informasi sekaligus sarana edukasi publik.
Peringatan World Press Freedom Day 2026 sendiri diperingati setiap tanggal 3 Mei dan menjadi momentum internasional untuk menegaskan pentingnya kebebasan pers serta keselamatan jurnalis dalam menjalankan tugas jurnalistiknya.
Dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, dijelaskan bahwa kemerdekaan pers merupakan salah satu wujud kedaulatan rakyat yang berasaskan prinsip demokrasi, keadilan, dan supremasi hukum. Pers nasional juga memiliki fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial.
Kegiatan fun walk tersebut ditutup dengan foto bersama dan doa bersama sebagai simbol harapan agar insan pers Indonesia tetap profesional, independen, dan selalu menjadi penyambung suara rakyat.
{Redaksi-BM}


















