JAKARTA, Beritametropolitan.id – Kasus kematian seorang warga negara (WN) Singapura di sebuah unit apartemen mewah kawasan SCBD, Jakarta Selatan, masih menjadi misteri dan terus didalami oleh aparat kepolisian. Sejumlah fakta yang terungkap dari lokasi kejadian memunculkan berbagai pertanyaan yang hingga kini belum terjawab.
Berdasarkan informasi yang beredar, korban diketahui bernama Noel Chen Xin Yi (45), warga negara Singapura yang ditemukan meninggal dunia di unit apartemen lantai 56 kawasan District 8 SCBD pada Senin, 18 Mei 2026 sekitar pukul 12.23 WIB.
Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di atas tempat tidur kamar apartemennya. Penemuan tersebut bermula ketika rekan kerja korban, yang disebut bernama Ang Jeng Kai, merasa khawatir karena pesan WhatsApp yang dikirimkannya sejak sehari sebelumnya tidak mendapat respons.
Setelah beberapa kali upaya menghubungi korban tidak berhasil, saksi meminta bantuan pihak resepsionis apartemen untuk menghubungi dan mengecek kondisi korban. Namun, telepon maupun ketukan pintu kamar tidak mendapat jawaban.
Karena khawatir terjadi sesuatu, saksi bersama petugas resepsionis kemudian mendatangi unit apartemen korban. Saat pintu dibuka, mereka menemukan korban telah meninggal dunia di dalam kamar.
Pihak manajemen apartemen selanjutnya menghubungi aparat kepolisian untuk melakukan penanganan dan penyelidikan lebih lanjut. Tim identifikasi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengumpulkan barang bukti serta mencari petunjuk yang dapat mengungkap penyebab kematian korban.
Menurut informasi yang beredar, korban diketahui tinggal seorang diri di unit apartemen tersebut. Pada pemeriksaan awal, disebutkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang mencolok pada tubuh korban. Selain itu, korban juga dikabarkan tidak memiliki riwayat penyakit serius yang diketahui oleh rekan-rekannya.
Namun demikian, penyidik menemukan sejumlah hal yang dinilai perlu didalami lebih lanjut. Salah satunya adalah keberadaan sebuah koper berwarna merah muda (pink) yang diduga milik seorang perempuan. Pada koper tersebut terdapat label penerbangan dari Bali menuju Jakarta tertanggal 13 Mei 2026.
Temuan tersebut menjadi salah satu fokus penyelidikan aparat untuk mengetahui siapa pemilik koper tersebut, kapan terakhir kali berada di lokasi, serta apakah memiliki keterkaitan dengan kematian korban.
Selain memeriksa barang-barang yang berada di dalam unit apartemen, penyidik juga melakukan penelusuran rekaman kamera pengawas (CCTV) di area apartemen guna mengidentifikasi pihak-pihak yang keluar masuk ke unit korban sebelum peristiwa tersebut terjadi.
Kasus ini menyita perhatian publik karena terjadi di kawasan elite pusat bisnis Jakarta yang dikenal memiliki sistem keamanan berlapis. Hingga kini, aparat kepolisian belum mengumumkan secara resmi penyebab pasti kematian korban maupun kemungkinan adanya unsur tindak pidana.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat segera mengungkap fakta sebenarnya di balik kematian warga negara Singapura tersebut sehingga tidak menimbulkan spekulasi yang berkembang di tengah publik. Hingga berita ini ditulis, motif maupun penyebab pasti kematian korban masih menjadi misteri yang menunggu hasil penyelidikan resmi pihak berwenang.
Tim Redaksi-BM
