BEI Optimistis 23 UKM Siap Melantai di Bursa pada 2027, Pemerintah Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas

sebanyak 23 perusahaan kategori Usaha Kecil dan Menengah (UKM)

Berita Jakarta24 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA, BeritametropParagrafolitan.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) optimistis sebanyak 23 perusahaan kategori Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang saat ini mengikuti program pendampingan atau coaching clinic berpeluang melantai di pasar modal Indonesia pada 2027.

 

banner 336x280

Program tersebut merupakan hasil kolaborasi BEI bersama Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha melalui pasar modal.

 

Optimisme tersebut disampaikan dalam peluncuran program Go Public Academy for SMEs yang berlangsung di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/11/2026).

 

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin, menjelaskan bahwa 23 perusahaan UKM saat ini sedang mendapatkan pendampingan intensif guna mempersiapkan berbagai persyaratan sebelum memasuki pasar modal.

 

Menurutnya, hampir seluruh perusahaan yang mengikuti program tersebut diharapkan dapat mencapai tahap kesiapan untuk melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) pada tahun depan.

 

Meski demikian, keputusan untuk melakukan IPO tetap menjadi kewenangan masing-masing perusahaan.

 

BEI menegaskan bahwa program pendampingan tidak semata-mata mengejar penambahan jumlah perusahaan yang tercatat di bursa, tetapi juga memastikan kualitas dan kesiapan perusahaan dalam menjalankan kewajiban sebagai perusahaan publik.

 

“Sektor Makanan dan Minuman Mendominasi”

Dari sisi sektor usaha, peserta program pendampingan tersebut berasal dari berbagai bidang industri.

 

Sekitar 30 persen peserta bergerak di sektor makanan dan minuman atau food and beverage (F&B), sementara sekitar 20 persen lainnya berasal dari industri fesyen. Sisanya berasal dari berbagai sektor usaha lainnya.

 

Perusahaan yang mengikuti program tersebut memiliki aset dalam kisaran Rp50 miliar hingga Rp250 miliar.

 

Kondisi ini menunjukkan bahwa perusahaan skala menengah memiliki peluang untuk memanfaatkan pasar modal sebagai alternatif sumber pendanaan guna memperbesar kapasitas usaha dan memperluas jangkauan bisnis.

 

“Pemerintah Siapkan Pembinaan Berjenjang”

Kementerian UMKM bersama BEI juga meluncurkan Go Public Academy for SMEs sebagai langkah memperkuat ekosistem pembinaan perusahaan yang memiliki potensi menjadi perusahaan terbuka.

 

Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman, menjelaskan bahwa program pembinaan dilakukan melalui proses seleksi dan pendampingan bertahap.

 

Sebelumnya, program RISE To IPO telah menjangkau 281 perusahaan di lima kota, yakni Jakarta, Semarang, Surabaya, Makassar, dan Bandung sepanjang 2025–2026.

 

Dari proses seleksi tersebut, sebanyak 23 perusahaan terpilih untuk mendapatkan pendampingan lanjutan melalui Intensive Coaching Clinic.

 

Materi pembinaan mencakup penguatan fundamental bisnis, tata kelola perusahaan, transparansi laporan keuangan, strategi pengembangan usaha, hingga pemahaman mengenai mekanisme IPO.

 

Selain itu, perusahaan juga dipersiapkan agar mampu menjalankan tanggung jawab setelah resmi menjadi perusahaan publik.

 

“IPO Bukan Jalan Pintas Mendapatkan Modal”

Pemerintah mengingatkan bahwa keputusan untuk melakukan IPO tidak boleh dilakukan secara terburu-buru.

 

Kesiapan perusahaan harus menjadi pertimbangan utama, termasuk dari aspek legalitas, kualitas laporan keuangan, profesionalisme manajemen, transparansi, serta tata kelola perusahaan.

 

IPO merupakan salah satu pilihan strategis untuk mendapatkan pendanaan jangka panjang, bukan kewajiban bagi setiap perusahaan yang mengikuti program pembinaan.

 

Dengan demikian, perusahaan yang mengikuti Go Public Academy tidak otomatis mendapatkan persetujuan untuk melantai di bursa.

 

Program ini diharapkan mampu menciptakan pelaku usaha yang lebih profesional, memiliki daya saing tinggi, serta mampu berkembang secara berkelanjutan.

 

“Target Perluasan Akses Pasar Modal”

Kolaborasi antara Kementerian UMKM dan BEI menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendanaan bagi perusahaan nasional, khususnya pelaku usaha menengah.

 

Kementerian UMKM juga menyiapkan sekitar 200 perusahaan untuk mengikuti program Go Public Academy berdasarkan hasil pemetaan terhadap kurang lebih 3.300 usaha.

 

Melalui program tersebut, pemerintah berharap semakin banyak perusahaan lokal yang mampu berkembang menjadi perusahaan berskala nasional dan memiliki kesempatan bersaing di pasar global.

 

Bagi pelaku UKM, akses terhadap pasar modal diharapkan menjadi salah satu alternatif pembiayaan untuk memperkuat permodalan, meningkatkan kapasitas produksi, membuka lapangan pekerjaan, serta memperluas kegiatan usaha.

 

Beritametropolitan.id – Keberhasilan program ini nantinya tidak hanya diukur dari banyaknya perusahaan yang melakukan IPO, tetapi juga dari kemampuan perusahaan menjaga transparansi, tata kelola, dan kepercayaan investor setelah menjadi perusahaan terbuka.

{Nurman-BM}

Sumber: Bursa Efek Indonesia.

Tanggal pemberitaan: Senin, 2 November 2026.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *