Black Box Helikopter Mi-17 yang Jatuh di Kalimantan Tengah Berhasil Dievakuasi, Investigasi Kecelakaan Berlanjut

Koarmada I berhasil menemukan dan mengevakuasi Flight Data Recorder (FDR) atau kotak hitam helikopter Mi-17V5 milik TNI Angkatan Darat (TNI AD)

Berita Jakarta14 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA, Beritametropolitan.id – Tim penyelam Komando Armada I (Koarmada I) berhasil menemukan dan mengevakuasi Flight Data Recorder (FDR) atau kotak hitam helikopter Mi-17V5 milik TNI Angkatan Darat (TNI AD) yang mengalami kecelakaan di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

 

banner 336x280

Evakuasi dilakukan pada Sabtu (7/11/2026). Selain kotak hitam, tim juga berhasil mengangkat bagian ekor helikopter dari dasar perairan ke daratan.

 

Keberhasilan tersebut menjadi perkembangan penting dalam proses penyelidikan kecelakaan helikopter yang sebelumnya jatuh saat menjalankan misi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.

 

Dalam keterangan tertulis pada Sabtu, pihak Koarmada RI menyampaikan bahwa proses evakuasi dilaksanakan oleh Unit Penyelamatan Bawah Air dan penyelam Koarmada I.

 

Setelah berhasil diangkat, FDR kemudian diserahkan kepada Tim Investigasi Kecelakaan Penerbangan Pusat Penerbangan TNI AD (Puspenerbad) untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.

 

Penyerahan kotak hitam tersebut diharapkan dapat membantu tim investigasi mengungkap penyebab kecelakaan, termasuk kemungkinan adanya persoalan teknis maupun faktor lain yang berkaitan dengan operasional penerbangan.

 

Helikopter Jatuh Saat Misi Pemadaman Karhutla

 

Sebelumnya, helikopter Mi-17V5 mengalami kecelakaan di perairan sekitar Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, pada Rabu (4/11/2026).

 

Helikopter tersebut membawa delapan personel TNI AD yang ditugaskan membantu operasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.

 

Pesawat dilaporkan lepas landas dari Kuala Pembuang sekitar pukul 09.55 WIB. Sekitar pukul 11.18 WIB, helikopter mengalami kecelakaan ketika menjalankan kegiatan pengambilan air untuk operasi water bombing.

 

Dalam peristiwa tersebut, tiga personel TNI AD dilaporkan meninggal dunia.

 

Penyebab Kecelakaan Masih Menunggu Hasil Investigasi

 

Ditemukannya kotak hitam menjadi salah satu tahapan penting dalam mengungkap kronologi dan penyebab kecelakaan.

 

Data yang tersimpan dalam FDR dapat membantu tim investigasi menelusuri sejumlah parameter penerbangan sebelum insiden terjadi, sesuai kemampuan dan kondisi perangkat yang berhasil dievakuasi.

 

Hasil pemeriksaan nantinya diharapkan memberikan gambaran lebih jelas mengenai kondisi helikopter sebelum jatuh, sehingga dapat menjadi bahan evaluasi keselamatan penerbangan militer.

 

Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak berwenang.

 

Publik berharap proses investigasi dilakukan secara menyeluruh dan transparan, sekaligus menjadi bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang dalam pelaksanaan misi kemanusiaan maupun penanggulangan bencana.

{Nurman-BM}

#Beritametropolitan.id

Sumber: Kompas.com

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *